Tidak puas dengan hanya memalsukan produk Apple seperti iPhone dan iPad, pengusaha di China memutuskan untuk menjiplak juga toko resmi Apple (Apple Store).

Berlokasi di bagian selatan China, kota Kunming, berdiri tiga toko yang sangat mirip dengan Apple Store yang asli. Sebegitu meyakinkannya toko ini terisi penuh dengan produk iPad, Mac dan iPhone yang dipamerkan di atas meja kayu yang bertuliskan paten Apple.
Para pegawai yang bekerja, sekilas terlihat meyakinkan dengan menggunakan seragam biru khas Apple Store dan dilengkapi ID yang menggantung dileher mereka. Dan uniknya, para pegawai ini bahkan mempercayai bahwa mereka adalah pegawai yang bekerja di bawah naungan Apple.
Lalu apa yang menandakan bahwa Apple store ini adalah palsu / tiruan ?
  • Apple tidak pernah menuliskan Apple Store disetiap tokonya melainkan hanya menampilkan logo Apple saja.
  • Selain itu ID Card yg dipakai para pegawai Apple store gadungan hanya bertuliskan ‘Staff’, sedangkan di toko resmi semua pegawai diharuskan memakai ID Card lengkap dengan tulisan nama mereka.
  • Dan yang paling konyol adalah salah satu pemilik toko melakukan kesalahan dalam penulisan Apple Store, toko tersebut malah bertuliskan ‘Apple Stoer’
Blogger BirdAbroad (sang fotografer) kembali ke salah satu toko Apple Store 5 hari kemudian, namun ia tidak dapat menemukan toko tersebut karena telah berubah fungsi menjadi bank.

Info Teknologi sadar ada istilah “imitation is the sincerest form of flattery” (Imitasi merupakan suatu pujian yg tulus), tapi yang dilakukan para pengusaha China ini sepertinya sudah kelewat batas.

source : http://www.infoteknologi.com/berita/apple-store-tidak-luput-dijiplak-china/
 
 
Picture
Setelah layanan Ovi music dihentikan pada Januri 2011, kini Nokia memutuskan untuk berhenti menggunakan nama “Ovi” di semua produk layanan yang ditawarkan oleh Nokia.Dilansir Info Teknologi dari Nokia, Jerri DeVard selaku pejabat EVP dan Chief Marketing Officer Nokia menjelaskan alasan tidak dipakainya lagi nama Ovi:

“Kami telah membuat keputusan untuk merubah nama brand layanan kami dari Ovi menjadi Nokia. Dengan mensentralkan identitas layanan kami menjadi satu nama saja, bukan dua, kami berharap dapat memperkuat brand Nokia dan menggabungkan arsitektur dari brand kami – sambil terus menyediakan peluang dan pengalaman yg menarik untuk mitra usaha maupun konsumen”

Perubahan ini setidaknya mencerminkan bahwa Ovi merupakan sebuah kampanye yang gagal dari divisi marketing Nokia untuk bersaing dengan merek handphone lain, dimana saat ini pangsa pasar Nokia semakin tergerus oleh para pesaingnya seperti IphoneBlackberry dan Android.

Tapi setidaknya Nokia menyadari kesalahan mereka, lalu memutar haluan untuk kembali ke satu merek yang sudah memiliki reputasi dunia. Menarik untuk disimak kedepannya apakah langkah ini dapat meningkatkan penjualan mereka.

Dengan perubahan ini maka semua layanan OVI akan berubah dengan hanya memakai nama “Nokia”. Jadi kita tidak akan melihat lagi produk nokia seperti Ovi store, Ovi Map, dan lain-lain.

Transisi akan berlangsung mulai Juli 2011 sampai tahun 2012, dan setiap layanan yang sebelumnya bernaung di nama OVI akan tetap berjalan dan tidak merubah roadmap layanan tersebut.

Bila anda membeli smartphone atau handphone Nokia baru di akhir tahun ini kemungkinan anda akan melihat “merek baru” pengganti nama OVI. Namun bagi yang sudah memiliki handphone Nokia, baru dapat melihat perubahan merek OVI setelah melakukan update software.
 
 
Picture
Seorang remaja laki-laki asal China rela menjual salah satu ginjalnya untuk dapat membeli Ipad 2. Dikutip Info dari Telegraph, seorang remaja bernama Xiao Zheng (17) sangat ingin membeli iPad 2 yang merupakan simbol kemakmuran di negeri China, tapi tidak memiliki cukup uang.

Dan ketika dia melihat iklan online di internet yang menyebutkan bahwa ada agen yang akan membayar 22,000 yuan (29 juta rupiah) untuk sebuah ginjal, dia buru-buru menghubungi agensi tersebut.

Zheng kemudian mengikuti instruksi yang diberikan oleh agensi, dan pada 28 April pergi ke rumah sakit di kota Chenzhou – Provinsi Hunan untuk melakukan pembedahan ginjal.

Setelah tiga hari, remaja tersebut keluar dari rumah sakit dan kemudian pergi membeli iPad 2 beserta barang elektronik lain sebelum pulang kerumahnya.

“Ketika dia kembali, dia memiliki laptop (iPad 2) dan sebuah handset Apple. Dan setelah aku menanyakan darimana dia mendapat uang, dia mengaku telah menjual salah satu ginjalnya” ujar Liu, ibu Xiao Zheng dalam sebuah wawancara dengan radio lokal

Tapi keadaan tidak seindah yang direncanakan Zheng, remaja tersebut kini mengalami komplikasi akibat pembedahan ginjal yang dilakukannya.

Sang ibu kemudian membawa anaknya kembali ke Chenzhou dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun saat ketiga nomor telepon agen yang bertanggungjawab dalam pembedahan tersebut dihubungi, handphone mereka tidak aktif.

Pihak rumah sakit mengaku telah menyewakan ruangan urology ke seorang pengusaha, tapi menolak mengakui bahwa mereka mengetahui ada praktik pembedahan illegal.

Perdagangan organ merupakan hal yang biasa terjadi di negeri China, meskipun pemerintahan China terus berupaya membasmi praktik illegal tersebut
 
 
Picture
Intel menyalahkan kerjasamanya dengan Nokia sebagai alasan utama keterlambatan Intel dalam merilis smartphone berbasiskan prosessor Intel.CEO Intel Paul Otellini menyebut kerjasama dengan Nokia melalui proyek MeeGo merupakan suatu kesalahan, dan berharap dahulu Intel tidak memilih Nokia sebagai partner. “Bila dipikir-pikir, pemilihan Nokia sebagai partner merupakan sesuatu yang keliru” ujar Paul Otellini.

Komentar CEO Intel tersebut muncul setelah dia menjanjikan ke para investor bahwa Chip Medfield akan hadir di awal tahun depan.

“Anda akan melihat handphone berbasis Intel di awal tahun depan (2012), yang akan didistribusikan oleh para pemain utama”

Intel pertamakali memberitakan ke publik bahwa handphone berprosessor Intel akan menggunakan arsitektur 32 nm, lebih kecil, lebih bertenaga dan juga lebih efisien di tahun 2011, namun adanya kendala di MeeGo (Nokia) membuat peluncuran menjadi tertunda.

Maraknya smartphone ber-prosessor dual core di pasaran saat ini akan membuat Intel menghadapi kompetisi yang ketat ketika handphone berbasis Meego akhirnya hadir di awal tahun 2012
 
 
Dhanji Damor seorang pria 25 tahun asal India, meninggal dunia tersetrum listrik ketika menelepon dengan “handphone china” saat handphone tersebut dicharge.

Temannya yang mendengar teriakan Dhanji Damor kemudian mencoba menyelamatkannya dengan membawa ke rumahsakit, tapi sayang terlambat karena dokter sudah memutuskan bahwa dia sudah mati saat dia datang.

Di India Handphone China biasa disebut “Shanzai” yang berarti tiruan atau barang palsu yang menyerupai merk aslinya ternyata cukup populer di India

Namun seringkali Handphone China menjadi target penertiban pemerintah India disebabkan tidak adanya nomor IMEI, kualitas yang sangat rendah, dan baterai pada handphone made in china seringkali berbahaya dan menyebabkan kecelakaan bagi para pengguna handphone di India.

Tentu saja tidak semua Handphone buatan China berbahaya, karena mayoritas produsen handphone kenamaan sebut saja Apple merakit HP mereka di China, jadi semuanya tergantung konsumen dalam memilih produk yang mereka beli.